dalam aplikasi teknik sipil, hukum newton menempati
posisi teratas. Hampir semua formulasi diturunkan dari hukum newton, untuk kondisi
statik dan dinamik, linear ataupun nonlinear. Membangun jembatan kereta, jalan layang,
terowongan, bendungan, jembatan kabel bentang panjang, viaduct, menara transmisi,
gedung bertingkat, konstruksi kabel, stabilitas lereng, daya dukung fondasi bangunan,
analisis getaran lantai jembatan, perilaku bangunan tinggi dalam merespon gempa/angin,
perencanaan kapasitas balok dan kolom beton, kapasitas leleh struktur baja dan lain-lain,
semua itu rumus utamanya cuma satu, “jumlah gaya (momen gaya) harus sama dengan
nol”.
Manfaat ditemukannya supaya kita dapat mengetahui hukum-hukum gerak dan dapat
berusaha menghindari dari kejadian buruk akibat sifat-sifat gaya dan gerak, misal kelembaman,
dan untuk menghindari efeknya kita memakai sabuk sehingga dapat menahan tubuh kita
yang tersentak ke depan akibat pengereman (Dasar: Hukum I dan Hukum II newton)
Efek Hukum Newton 1:
# Benda diam yang ditaruh di meja tidak akan jatuh kecuali ada gaya luar yang bekerja pada
benda itu
# Waktu mobil direm, kita akan tersentak ke depan. Waktu mobil mau dijalankan,
kita akan tersentak ke belakang.
Efek Hukum II Newton:
# Kita memakai sabuk sehingga ketika kita tersentak ke depan, ada gaya penahan dari sabuk
melakukan perlambatan pada gerak kita ke depan dan tubuh kita tertahan.
# Berat kamu ( W= M x g )
# Energi dan usaha
# BENDA massanya kecil diberi gaya yang sama dengan benda yang massanya
besar mengalami percepatan yang lebih besar dibandingkan benda yang massanya besar
Efek Hukum III Newton:
# Mobil bertubrukkan mengalami gaya aksi dan reaksi yang sama,
namun percepatan yang berbeda tergantung massanya
# Kita dapat berjalan karena ada gaya aksi reaksi!!!
# Ketapel
# psenapan dan peluru
banyak..
seperti ini:
1.kita mendorong mobil mogok
2.Lift di gedung
3.menggeser barang pada bidang miring
4.kelahjuan mobil GLB dan GLBB
5.momentum
6.Implus
Hukum 1 Newton :
Sebuah benda mempertahankan kedudukannya
contoh : jika kita dalam sebuah mobil saat mobil itu tiba2 maju badan kita tba2 terdorong
ke belakang
Hukum 2 Newton :
kita berada dalam lift
Hukum 3 Newton :
ini merupakan gaya aksi = reaksi
contoh : saat kita menekan papan tulis (aksi) maka papan tulis memberikan reaksi , bila
aksi lebih besar dari pada reaksi maka papan tulis akan rusak dan sebaliknya.

Aplikasi dari Gerak Lurus Beraturan (GLB) dalam kehidupan sehari-hari agak sulit ditemukan, karena biasanya kecepatan gerak benda selalu berubah-ubah. Misalnya ketika dirimu mengendarai sepeda motor atau mobil, laju mobilmu pasti selalu berubah-ubah. Ketika ada kendaraan di depanmu, pasti kecepatan kendaraanmu dikurangi,agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,belum jalannya padat dengan kendaraan atau mungkin jalannya berlubang dan banyak tikungan.
Aplikasi GLB dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh pertama, kendaraan yang melewati jalan tol. Walaupun terdapat tikungan pada jalan tol, kendaraan beroda bisa melakukan GLB pada jalan tol. Pada jarak tertentu, lintasan jalan tol lurus. Kendaraan yang bergerak pada jalan tol juga kadang mempunyai kecepatan yang tetap. Tetapi ini hanya berlangsung sementara alias beberapa menit saja.
Contoh kedua, gerakan kereta api atau kereta listrik di atas rel. Lintasan rel kereta kadang lurus, walaupun jaraknya hanya beberapa kilometer. Kereta api melakukan GLB ketika bergerak di atas lintasan rel yang lurus tersebut dengan laju tetap.
Contoh ketiga, kapal laut yang menyeberangi lautan atau samudera. Dirimu pernah menumpang kapal laut-kah ? ketika melewati laut lepas, kapal laut biasanya bergerak pada lintasan yang lurus dengan kecepatan tetap. Ketika hendak tiba di pelabuhan tujuan, biasanya kapal baru merubah haluan dan mengurangi lajunya.
Contoh keempat, gerakan pesawat terbang. Pesawat terbang juga biasa melakukan GLB. Setelah lepas landas, pesawat terbang biasanya bergerak pada lintasan lurus dengan dengan laju tetap. Walaupun demikian, pesawat juga mengubah arah geraknya ketika hendak tiba di bandara tujuan
Pada contoh di atas, baik kendaraan beroda, kereta api atau kereta listrik, kapal laut dan pesawat terbang tidak melakukan GLB sepanjang lintasan gerakannya. Ketika mulai bergerak dari keadaan diam, kendaraan tersebut tidak melakukan GLB karena terdapat percepatan yang membuat kendaraan tersebut mulai bergerak. Kendaraan melakukan GLB setelah menempuh jarak tertentu. Tidak ada contoh dalam kehidupan sehari-hari di mana benda melakukan GLB ketika mulai bergerak hingga berhenti.
Aplikasi GLBB dalam kehidupan sehari-hari.
GLBB merupakan gerak lurus berubah beraturan. Berubah beraturan maksudnya kecepatan gerak benda bertambah secara teratur atau berkurang secara teratur. Perubahan kecepatan tersebut dinamakan percepatan.Pada kasus kendaraan beroda misalnya, ketika mulai bergerak dari keadaan diam, pengendara biasanya menekan pedal gas (mobil dkk) atau menarik pedal gas (motor dkk). Pedal gas tersebut biasanya tidak ditekan atau ditarik dengan teratur sehingga walaupun kendaraan kelihatannya mulai bergerak dengan percepatan tertentu, besar percepatannya tidak tetap alias selalu berubah-ubah. Contoh GLBB dalam kehidupan sehari-hari pada gerak horisontal alias mendatar nyaris tidak ada.
Contoh GLBB yang selalu kita jumpai dalam kehidupan hanya gerak jatuh bebas. Pada gerak jatuh bebas, yang bekerja hanya percepatan gravitasi dan besar percepatan gravitasi bernilai tetap. Benda yang jatuh bebas juga bergerak pada lintasan lurus (vertikal). Contohnya buah mangga yang lezat atau buah kelapa yang jatuh dari pohonnya.Ingat bahwa benda melakukan gerak jatuh bebas jika kecepatan awalnya nol. Benda yang dilempar atau dijatuhkan dari ketinggian tertentu tidak termasuk GJB karena memiliki kecepatan awal. Benda yang dilempar atau dijatuhkan termasuk gerak vertikal.Pada dasarnya gerak jatuh bebas dan gerak vertikal ke bawah sama, hanya bedanya pada GJB tidak terdapat kecepatan awal.
Aplikasi gerak vertikal dalam kehidupan sehari-hari :
Gerak vertikal terdiri dari dua jenis, yakni gerak vertikal ke atas dan gerak vertikal ke bawah. Benda melakukan gerak vertikal ke atas atau ke bawah jika lintasan gerak benda lurus. Kalau lintasan miring, gerakan benda tersebut termasuk gerak parabola. Contohnya,ketika kita melempar sesuatu tegak lurus ke bawah (permukaan tanah), ini termasuk gerak vertikal.
Resonansi
Pernah melihat atau menggunakan garputala ? Ada gambar garputala di samping… garputala merupakan alat yang hanya menghasilkan satu frekuensi saja. Atau dalam istilah musik, garputala merupakan alat yang hanya menghasilkan satu nada saja. Biasanya digunakan oleh musikus untuk mencari nada atau untuk menyetel alat musik seperti senar gitar atau piano.Jika kita menggetarkan garputala lalu mendekatkannya dengan senar gitar maka senar gitar yang mempunyai nada yang sama dengan nada garputala juga akan ikut bergetar.
Pernah mendengar bunyi guntur ? kadang ketika ada bunyi guntur, jendela kaca bisa bergetar sendiri.Hal yang sama juga terjadi ketika kita memutar musik dengan keras. Kalau dirimu memutar musik dengan speaker yang besar, coba naikkan volumenya hingga bunyi musik terdengar keras (ada bunyi bass juga). Seandainya ada jendela kaca di rumahmu maka jendela tersebut bisa bergetar. Aneh ya, mengapa jendela kaca bisa bergetar ?
Contoh yang diulas sebelumnya merupakan contoh resonansi dalam kehidupan sehari-hari. Resonansi merupakan peristiwa di mana ikut bergetarnya benda lain ketika ada benda lain yang bergetar alias berosilasi. Resonansi bisa terjadi hanya jika kedua benda tersebut mempunyai frekuensi yang sama. Jika frekuensinya berbeda maka tidak mungkin terjadi resonansi.